Tumbuh dengan Seni

Tepat pukul 20.00 semalam, opening Gelar Karya Seni Rupa (GKSR) V Sanggar Nuun UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dibuka dengan Tari Topeng Panji yang berasal dari Cirebon. Kegiatan yang bertema “Slulur Ndlulur” ini diselenggarakan bertepatan dengan ulang tahun Sanggar Nuun yang ke-20.

“Malam ini adalah puncak dari proses panjang kami (Sanggar Nuun-Red) yang memakan waktu sekitar 6 bulan,” ujar Muhammad Badrun Munif, Pimpinan Produksi GKSR V Sanggar Nuun, dalam sambutannya semalam.

Slulur Ndlulur pada intinya adalah tumbuh, bagaimana kita dapat memaknai tumbuh itu sendiri dan apakah tumbuh itu bisa kita sadari atau tidak di peradaban seperti ini,” imbuhnya.

Foto: Nisa. Pertunjukan musik dari kelompok Musik Kreatif Akulturatif dalam Opening Gelar Karya Seni Rupa V Sanggar Nuun UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Opening GKSR V dimeriahkan oleh kelompok Musik Kreatif Akulturatif yang memainkan beberapa komposisi, diantaranya Komposisi Baramuda dari Komposer M. Nur Arifin. Ada pula atraksi Fireflies yang dilakukan oleh Suul dkk, pertunjukan perkusi oleh Kipli dkk, dan musikalisasi puisi oleh Untung Basuki.

Sebanyak 72 karya dari 33 seniman dalam berbagai bentuk dan media dengan sudut pandang yang berbeda turut menyuarakan tentang makna yang sarat dengan tema yakni tumbuh, merambat dan berubah-ubah.

Gelar Karya Seni Rupa yang ke-5 ini akan berlangsung sampai 2 November 2012 pukul 07.00-18.00 di Underpass UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. (Alin)

Advertisements

Grow with Arts

At 20:00 last night, the opening of Exhibition of Work of Arts or Gelar Karya Seni Rupa (GKSR) V Sanggar Nuun UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta opened with Topeng Panji Dance from Cirebon. The activity which is themed “Slulur Ndlulur” was organized to coincide with the 20th anniversary of Sanggar Nuun.

“Tonight is the climax of our long process (Sanggar Nuun-Red) which takes about 6 months,” said Muhammad Badrun Munif, the Chairman of GKSR V Production Sanggar Nuun, in his speech last night.

Slulur Ndlulur at its core is growing, how we can interpret grow itself and whether we can realize it or not in the civilization now,” he added.

Photo: Nisa. Music performance by Musik Kreatif Akulturatif in the opening of GKSR V Sanggar Nuun UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

The opening of GKSR V showed Musik Kreatif Akulturatif who played several compositions, including Baramuda composition from Composer M. Nur Arifin. There was also an attraction named Fireflies by Suul and friends, percussion performance by Kipli and friends and musical poetry by Untung Basuki.

A total of 72 works from 33 artists in a variety of forms and media with a different perspective try to show the appropriate works with the theme which means grow, propagate and changeable.

The 5th GKSR will run until November 2nd, 2012, at 07:00 to 18:00 in the Underpass UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. (Alin)

400 Police Officers Secure the Eid al-Adha

WONOSARI (KR) – A total of 400 police personnel deployed to provide security in the night of Eid al-Adha celebrations in all districts of Gunungkidul.
By using the open-and-close security system, the entire roadway priorities used for evening activities called takbiran. While the safeguarding in the morning made in a number of places that used to Salat Id.
Police of Gunungkidul, Chief (AKBP) Ikhsan Amin SIK MH accompanied by Head of Public Relations of the PPA (Kasubag Humas AKP) Policewomen Sukasih states that specifically in the town of Wonosari, the amount of the security team of 100 police personnel and assisted by 10 police personnel of Wonosari District. The number of police officers from Satlantas and from other functions balance in the town of Wonosari. The number of personnel in the district is more than in other districts. In addition to its activities sufficiently dense, many public roads used for takbiran night. “Tomorrow afternoon (today-Red), all of our security team will be deployed to each location,” he said, on Wednesday (24/10).
AKP Sukasih said that for each security in the police sector has established a total of 18 points each team consisting of 10-14 police personnel. Thus, the security team and the night of Eid al-Adha celebrations in Gunungkidul will involve about 400 police personnel. It does not include Dishubkominfo, Banser and various other community organizations. (Bmp/Ded)-f

Source: Kedaulatan Rakyat on Thursday, October 25, 2012

Gunarjo, Perantara Bhakti Investama Divonis Hukuman 3,5 Tahun Penjara

PENYUAPAN

Rabby Pramudatama

THE JAKARTA POST/JAKARTA

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta memvonis pengusaha James Gunarjo hukuman tiga setengah tahun penjara karena menyuap seorang pejabat pajak untuk mengurangi pajak perusahaan investasi PT Bhakti Investama.

Vonis hukuman ini lebih ringan dibandingkan vonis lima tahun tuntutan jaksa.

Majelis hakim menyatakan James bersalah karena menyuap pejabat pajak Tommy Hindratno untuk menurunkan kewajiban pajak PT Bhakti Investama yang berutang Rp 3,4 miliar (US $ 353.600) dalam tunggakan pajak.

“Saya dengan ini menyatakan terdakwa James Gunarjo bersalah karena melanggar Pasal 5 Ayat 1 UU Korupsi, sebagaimana telah ditetapkan dalam surat dakwaan utamanya,” kata ketua majelis hakim Darmawati Ningsih, saat membacakan putusan pada hari Jumat.

Dia menambahkan bahwa James juga harus membayar denda sebesar Rp 100 juta atau menambah tiga bulan masa hukumannya di penjara.

“Saya akan berkonsultasi dengan pengacara saya dan setelah itu saya akan mempercayakan keputusan hukum saya lebih lanjut kepadanya,” kata James, menanggapi putusan yang dijatuhkan kepadanya.

Pengacara James, Sehat Damanik, mengaku memerlukan waktu untuk mempertimbangkan apakah akan mengajukan banding atau tidak.

James ditetapkan sebagai tersangka setelah tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap basah dia sedang membayar Rp 280 juta secara tunai kepada Tommy di sebuah restoran Padang di Tebet, Jakarta Selatan, pada bulan Juni.

Tommy, yang telah ditetapkan sebagai tersangka, masih diperiksa oleh tim penyidik KPK.

Pihak anti korupsi juga memeriksa Antonius Z. Tonbeng, Komisaris Independen Bhakti Investama, sehubungan dengan kasus tersebut.

Awalnya Tonbeng bertemu Tommy pada bulan Januari, dan pada pertemuan terakhir, Tonbeng meminta Tommy “untuk mengurus” restitusi pajak untuk Bhakti Investama.

Bhakti Investama adalah perusahaan yang dijalankan oleh hartawan media Hary Tanoesoedibjo, yang juga mengendalikan berbagai perusahaan lainnya, termasuk PT Media Nusantara Citra, PT Bhakti Capital Indonesia dan PT MNC Sky Vision. Perusahaan ini mempekerjakan lebih dari 20.000 orang.

Hary yang tergabung dalam Partai Nasional Demokrat (Nasdem) juga telah diperiksa oleh tim penyidik KPK.

Dia mengaku tidak tahu apa-apa tentang masalah keuangan perusahaan. Sebaliknya, dia menyalahkan bawahannya di perusahaan.

Selama sidang pengadilan James, Hary mengaku bingung dengan kasus ini karena dia percaya PT Bhakti Investama tertib dalam membayar pajak.

Menurut Hary, perusahaan di bawah PT Bhakti Investama membayar tagihan pajak gabungan tahunan yang mencapai Rp 1,1 triliun.

Di antara mereka yang diperiksa sehubungan dengan kasus ini, tampaknya hanya Hary yang menganggap masalah ini enteng.

Ketika KPK mengeluarkan surat panggilan untuk memeriksanya pada bulan Juni, Hary mengabaikannya dan tiba di kantor KPK dua hari kemudian. Dia mengungkapkan bahwa dia secara sukarela pergi ke KPK untuk membantu penyelidikan.

Juru bicara KPK, Johan Budi, memaparkan kepada The Jakarta Post bahwa KPK akan terus mengembangkan kasus ini dengan memeriksa saksi dan tersangka yang terkait.

Terbukti bersalah: Pengusaha James Gunarjo dinyatakan bersalah oleh hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada hari Jumat karena menyuap seorang pejabat pajak yang berasal dari Jawa Timur. Dia dijatuhi hukuman 3,5 tahun penjara dan harus membayar denda Rp 100 juta atau menambah masa hukumannya di penjara selama 3 bulan.

Source: The Jakarta Post on Thursday, October 25, 2012

Pesona Makanan Nusantara Kurang Mempesona

Foto: Ana. Penulis bersama Pak Adi, salah satu peserta dari Banjarnegara.

Pameran makanan “Pesona Pangan Nusantara (PPN) ke-7” yang bertema “Selera Cita Rasa Tradisi” kembali digelar di Hall A Jogja Expo Center (JEC) pada 12-16 Oktober 2012. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Disperindagkop dan UKM Provinsi DIY bekerja sama dengan PT. Medialink International. PPN ke-7 ini diikuti sekitar 120 peserta dari berbagai kota di Indonesia, seperti Yogyakarta, Tegal, Garut, Kutai Kartanegara, Semarang dan lain-lain. Pameran dibuka pada pukul 10.00 sampai 21.00 WIB.

“Tujuan dari diadakannya kegiatan pameran ini adalah untuk memperkenalkan produk dan memperluas jaringan bisnis,” papar Rohmad Hermawan, salah satu panitia saat dijumpai di sela-sela kesibukannya di PPN ke-7.

Wiwik, salah satu pengunjung, mengatakan pameran makanan ini biasa saja karena konsep yang diusung tidak sejalan dengan kenyataan yang ada di lapangan. “Katanya pameran makanan nusantara tapi stand-stand di sini penuh dengan fast food. Stand yang paling rame ya stand fast food itu,” ujarnya.

Sementara itu, menurut Rohmad, PT. Medialink International sebenarnya memiliki dua konsep dalam mengadakan pameran makanan, yaitu Pesona Pangan Nusantara yang mengusung makanan tradisional dan makanan modern pada Superfood Expo. Namun karena keterbatasan agen yang menjual makanan tradisional, akhirnya agen makanan cepat saji pun dilibatkan dengan prosentase 70% makanan tradisional dan 30% makanan modern.

Salah satu peserta pameran yang berasal dari Banjarnegara, Adi, mengaku antusias mengikuti kegiatan ini. “Saya ingin produk saya (Dawet Ayu Banjarnegara-Red) dikenal masyarakat luas dan saya mendapatkan mitra bisnis,” tandasnya.

PPN yang dilaksanakan setiap tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan, seperti demo produk, demo masak, lomba masak makanan tradisional, lomba foto, lomba stand up comedy, gelar seni dan musik akustik. (Alin)

Makrab, Proses Mengenal Satu Sama Lain

Sejumlah 228 mahasiswa baru Pendidikan Matematika Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta mengikuti Motivation Training and Outbond (MTO) yang diadakan pada Sabtu-Ahad, 29-30 September lalu di Karangasri, Sleman, Yogyakarta.

Kegiatan yang bertemakan “Substitusi Persamaan, Eliminasi Perbedaan, Ciptakan Variabel Kebersamaan” ini merupakan kegiatan malam keakraban atau yang biasa disebut makrab yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika (HMPS P.Mat).

“Tujuan dari diadakannya kegiatan ini adalah untuk mengakrabkan dan memberi motivasi mahasiswa baru prodi (program studi-Red) P.Mat,” kata Wahyu Hardiyanto selaku ketua panitia MTO.

Guna tercapainya tujuan tersebut, kegiatan ini diisi dengan materi motivasi yang disampaikan oleh motivator, pentas seni (pensi) masing-masing kelompok, api unggun, dan outbond.

Adapun kendala yang dihadapi oleh 51 panitia yang tergabung dalam kegiatan ini adalah kurang tepatnya manajemen waktu sehingga banyak waktu kosong dan jumlah peserta yang melebihi target. (Alin)

Image

Foto: Putri. Peserta MTO sedang melakukan ice breaking sebelum outbond.