Gunarjo, Perantara Bhakti Investama Divonis Hukuman 3,5 Tahun Penjara

PENYUAPAN

Rabby Pramudatama

THE JAKARTA POST/JAKARTA

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta memvonis pengusaha James Gunarjo hukuman tiga setengah tahun penjara karena menyuap seorang pejabat pajak untuk mengurangi pajak perusahaan investasi PT Bhakti Investama.

Vonis hukuman ini lebih ringan dibandingkan vonis lima tahun tuntutan jaksa.

Majelis hakim menyatakan James bersalah karena menyuap pejabat pajak Tommy Hindratno untuk menurunkan kewajiban pajak PT Bhakti Investama yang berutang Rp 3,4 miliar (US $ 353.600) dalam tunggakan pajak.

“Saya dengan ini menyatakan terdakwa James Gunarjo bersalah karena melanggar Pasal 5 Ayat 1 UU Korupsi, sebagaimana telah ditetapkan dalam surat dakwaan utamanya,” kata ketua majelis hakim Darmawati Ningsih, saat membacakan putusan pada hari Jumat.

Dia menambahkan bahwa James juga harus membayar denda sebesar Rp 100 juta atau menambah tiga bulan masa hukumannya di penjara.

“Saya akan berkonsultasi dengan pengacara saya dan setelah itu saya akan mempercayakan keputusan hukum saya lebih lanjut kepadanya,” kata James, menanggapi putusan yang dijatuhkan kepadanya.

Pengacara James, Sehat Damanik, mengaku memerlukan waktu untuk mempertimbangkan apakah akan mengajukan banding atau tidak.

James ditetapkan sebagai tersangka setelah tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap basah dia sedang membayar Rp 280 juta secara tunai kepada Tommy di sebuah restoran Padang di Tebet, Jakarta Selatan, pada bulan Juni.

Tommy, yang telah ditetapkan sebagai tersangka, masih diperiksa oleh tim penyidik KPK.

Pihak anti korupsi juga memeriksa Antonius Z. Tonbeng, Komisaris Independen Bhakti Investama, sehubungan dengan kasus tersebut.

Awalnya Tonbeng bertemu Tommy pada bulan Januari, dan pada pertemuan terakhir, Tonbeng meminta Tommy “untuk mengurus” restitusi pajak untuk Bhakti Investama.

Bhakti Investama adalah perusahaan yang dijalankan oleh hartawan media Hary Tanoesoedibjo, yang juga mengendalikan berbagai perusahaan lainnya, termasuk PT Media Nusantara Citra, PT Bhakti Capital Indonesia dan PT MNC Sky Vision. Perusahaan ini mempekerjakan lebih dari 20.000 orang.

Hary yang tergabung dalam Partai Nasional Demokrat (Nasdem) juga telah diperiksa oleh tim penyidik KPK.

Dia mengaku tidak tahu apa-apa tentang masalah keuangan perusahaan. Sebaliknya, dia menyalahkan bawahannya di perusahaan.

Selama sidang pengadilan James, Hary mengaku bingung dengan kasus ini karena dia percaya PT Bhakti Investama tertib dalam membayar pajak.

Menurut Hary, perusahaan di bawah PT Bhakti Investama membayar tagihan pajak gabungan tahunan yang mencapai Rp 1,1 triliun.

Di antara mereka yang diperiksa sehubungan dengan kasus ini, tampaknya hanya Hary yang menganggap masalah ini enteng.

Ketika KPK mengeluarkan surat panggilan untuk memeriksanya pada bulan Juni, Hary mengabaikannya dan tiba di kantor KPK dua hari kemudian. Dia mengungkapkan bahwa dia secara sukarela pergi ke KPK untuk membantu penyelidikan.

Juru bicara KPK, Johan Budi, memaparkan kepada The Jakarta Post bahwa KPK akan terus mengembangkan kasus ini dengan memeriksa saksi dan tersangka yang terkait.

Terbukti bersalah: Pengusaha James Gunarjo dinyatakan bersalah oleh hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada hari Jumat karena menyuap seorang pejabat pajak yang berasal dari Jawa Timur. Dia dijatuhi hukuman 3,5 tahun penjara dan harus membayar denda Rp 100 juta atau menambah masa hukumannya di penjara selama 3 bulan.

Source: The Jakarta Post on Thursday, October 25, 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s