Inovasi untuk Negara Agraris yang Miris

Sejak sebelum merdeka, Indonesia telah dikenal sebagai negara yang memiliki kekayaan alam melimpah. Terbukti dengan singgahnya kapal-kapal di perairan Nusantara yang berasal dari berbagai negara seperti Portugis dan Belanda. Pada awal kedatangannya, negara-negara ini hanya bertujuan untuk mencari rempah-rempah yang semakin sulit ditemukan di daratan Eropa. Namun ketika melihat kekayaan alam yang dimiliki Indonesia, tujuan awal mereka pun berubah. Penjajahan terhadap Indonesia selama berabad-abad mereka lakukan untuk dapat menguasai bumi Indonesia beserta alam dan isinya. Kekayaan alam ini juga yang membuat Indonesia mendapat beberapa julukan. Salah satunya adalah negara agraris karena hasil pertanian yang melimpah dan kemampuan mengekspor beras ke berbagai negara. Namun yang menjadi pertanyaan saat ini adalah: masihkah Indonesia layak disebut sebagai negara agraris? Sayangnya, tidak. Indonesia sekarang bukanlah Indonesia yang dulu. Ungkapan gemah ripah loh jinawi yang menggambarkan kemakmuran dan ketenteraman masyarakat karena kekayaan alam yang dimilikinya tidak lagi berlaku. Lagu yang bertajuk Kolam Susu yang pernah dipopulerkan oleh band lawas Koes Plus pun tinggal lirik belaka.

Saat ini, jangankan untuk mengekspor beras ke negara lain. Untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri saja Indonesia harus mengimpor berjuta-juta ton beras setiap tahunnya. Hal ini terjadi sebagai akibat dari semakin berkurangnya lahan-lahan pertanian di berbagai kota di Indonesia. Lahan-lahan itu telah beralih fungsi dengan didirikannya pabrik-pabrik industri, pusat perbelanjaan atau mall, berbagai wahana permainan dan kompleks perumahan yang hanya dinikmati oleh masyarakat kelas menengah ke atas. Karawang adalah salah satu contohnya. Dulu, Karawang merupakan areal persawahan yang luas dan penghasil beras terbesar di Jawa Barat. Tidaklah mengherankan jika kota ini sampai mendapat julukan “Kota Lumbung Padi” atau “Kota Padi”. Namun sekarang, entah masih layak atau tidak Karawang mendapat julukan itu. Pabrik-pabrik industri yang dibangun di atas tanah bekas areal persawahan di Karawang menyebabkan sungai Citarum tidak sedap dipandang mata karena limbahnya.

Inovasi-inovasi dalam bidang pertanian perlu ditingkatkan lagi agar dapat meningkatkan daya saing sektor pertanian dan membangkitkan kesejahteraan petani. Dalam hal ini, inovasi yang dapat dilakukan adalah dengan menciptakan produk barang dan jasa yang memanfaatkan teknologi tepat guna. Kehadiran hand tractor adalah salah satu contoh inovasi untuk meningkatkan semangat para petani yang saat ini enggan mencangkul lahan sawah yang digarapnya. Inovasi yang dikembangkan berdasarkan teknologi tepat guna diharapkan mampu menekan biaya produksi yang sangat tinggi. Apabila produk-produk pertanian yang berbasis teknologi tepat guna tersebut terus dikembangkan, bukan tidak mungkin harga jualnya dapat dijangkau oleh petani yang sebagian besar berasal dari masyarakat menengah ke bawah. Cara lain untuk meningkatkan hasil pertanian sehingga Indonesia tidak perlu mengimpor beras dari negara lain adalah dengan membuka lahan baru untuk areal persawahan, bukan untuk pembangunan pabrik-pabrik industri, mall ataupun wahana permainan. Pemerintah juga perlu memperketat izin pembangunan mall yang kini bagaikan jamur di musim hujan.

Indonesia sebagai negara yang memiliki kekayaan alam melimpah sudah sepantasnya menjaga dan melestarikannya untuk kelangsungan hidup anak-cucu nanti. Inovasi-inovasi yang dilakukan pun seharusnya tidak melupakan warisan-warisan leluhur yang telah diajarkan oleh nenek moyang terdahulu agar terciptanya keharmonisan antara alam dan manusia. Peran seluruh komponen negeri ini sangat diperlukan untuk membuat Indonesia menjadi negara yang layak disebut sebagai negara agraris (lagi).

Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dari http://www.bankmandiri.co.id dalam rangka memperingati HUT Bank Mandiri ke-14. Tulisan adalah karya saya pribadi dan bukan merupakan jiplakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s