A Red Rose

Foto: Alin.
A woman is like a red rose. Beautiful, but not every hand can touch her.

Cerita tentang bunga yang disebut mawar.

Bagiku, bunga ini selalu istimewa. Entah sejak kapan aku mulai menyukainya. Aku lupa. Barangkali memang tidak terlalu penting untuk diingat. Yang aku tahu pasti, bunga ini berbeda dari bunga-bunga lain, yang mungkin tentu saja lebih cantik dan lebih indah. Tapi inilah bungaku. Bunga yang selalu kurindukan kehadirannya di taman rumahku.

Aku, perempuan biasa yang mencoba hidup dengan luar biasa. Aku, menginginkan diriku seperti mawar. Cantik, indah, namun tidak setiap tangan mampu menyentuhnya. Alangkah menyenangkan memiliki hidup seperti itu. Jika mawar memiliki duri yang tajam untuk melindungi dirinya, aku memiliki jilbab yang indah untuk melindungi diriku. Inilah bedanya mawar dengan bunga-bunga yang lain yang jauh lebih indah.

Advertisements

Mini Workshop in Journalism Class

Something different happened in News and Report Writing Class which is conducted by Sucipto, M.Pd., B.I., in room 2.1.402 in Campus 2 Ahmad Dahlan University (UAD) on Tuesday, 18th December 2012. The class which was started at 16.10 to 17.50 was not lectured by Sucipto. The class which consists of 23 students of fifth semester of English Education Study Program (PBI) who are interested in journalistic was lectured by Sonny Irawan Putra and Sigit Siswanto.

Sonny and Sigit are the seventh semester students of PBI. They are also the students of Journalism Class 2009. They were invited to share about the process of making a bulletin by using software Corel Draw. The students were practicing by using their own laptop while Sonny was lecturing them. The students were very enthusiastic in the class since they didn’t really know and understand about the steps in making a bulletin with interesting appearances to attract the readers to read the bulletin. It was proved when they asked many things about the process to Sonny and Sigit.

The activity was held in the 13th meeting. In the end of the meeting, Sucipto asked the students to create their own bulletin based on their creativity. In the 14th meeting or the last meeting of News and Report Writing Class, there will be a workshop of photography with Dinda Ayu Lestari P., a fifth semester student of PBI. Sucipto expects that by joining these activities, workshop of the process of making a bulletin and workshop of photography, his students will be able to apply what they have got in journalistic. (Alin)

Alin’s Bulletin: Page 2

Laut yang Ganas dan Nahkoda yang Hebat

Badai akan segera berlalu, pasti. Bukankah Allah telah berjanji untuk memberikan kemudahan setelah datangnya kesulitan? Maka sudah sepatutnya aku percaya pada janji Allah, agar aku tidak termasuk ke dalam orang-orang yang rugi karena meragukan janji-Nya.

Foto: Alin. Pantai Teluk Awur, Jepara, Jawa Tengah.

Foto: Alin. Pantai Teluk Awur, Jepara, Jawa Tengah.

Seseorang yang amat kusayangi dan (semoga) juga menyayangiku pernah berkata, “Lautan yang ganas akan menciptakan nahkoda yang hebat.” Saat pertama kali mendengar kalimatnya, aku tak begitu paham apa maksudnya. Namun, kini aku mulai mengerti. Seperti biasa, seseorang tak akan pernah mengerti sebelum mengalaminya sendiri, bukan? 🙂

Di penghujung bulan November, badai itu datang lagi. Entah badai yang keberapa, aku tak pernah tahu. Aku enggan mencari tahu lebih tepatnya. Yang aku tahu, badai itu datang tak begitu lama dari badai sebelumnya yang memaksaku berjalan dalam rinai hujan. Dalam keheningan yang menyakitkan, aku terus bertanya-tanya, “Mengapa? Mengapa harus kami?”

Bodoh! Pertanyaan seperti itu tidak seharusnya pernah terpikirkan oleh siapa pun. YA, SIAPA PUN! TERMASUK KITA!

Lihatlah, alam seolah-olah mengerti apa yang kita rasakan. Hujan memang tak sempat turun, namun awan mendung berarak beriringan seakan menantang mendung yang menggelayuti wajah kita. Senyum tiba-tiba menghilang dan hanya terdengar helaan napas yang panjang–pasrah. Beberapa pasang mata saling bertemu, saling tersenyum yang entah mengapa malah berubah menjadi seringai yang menyeramkan, dan hening menguasai keadaan. Apa lagi sekarang? Kira-kira seperti inilah pertanyaan yang ada dalam benak kita saat itu.

GET UP, GET UP, GET UP!!!

Mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus melewati lautan yang ganas ini agar bisa menjadi nahkoda yang hebat. Apakah kita bisa menjadi nahkoda yang hebat? Tergantung! Tergantung? Ya, tergantung sekuat apa hati kita untuk mengikhlaskan apa yang telah terjadi, tergantung pada bibir yang siap untuk berhenti mengeluh, tergantung sekuat apa tangan kita untuk saling menggenggam erat, tergantung apakah tangan kita juga siap untuk menghapus dan menghentikan air mata yang mengalir, tergantung pada pundak-pundak yang selalu siap untuk dijadikan tempat bersandar, tergantung pada telinga-telinga yang siap untuk mendengarkan setiap keluh kesah, tergantung sekuat apa kaki kita untuk melangkah bersama, dan tergantung pada………KITA!!!

Esok, ketika kita terbangun dari ‘kematian sementara’ kita malam ini, jangan lupa untuk selalu mensyukuri nikmat Allah yang sampai saat ini masih menyertai kita. Bukankah Allah terlalu mencintai kita sehingga Ia memberi badai-badai ini? Ikhlaskan apa yang telah terjadi, ikhlaskan apa yang telah hilang, terus berserah diri pada-Nya, terus berusaha, terus saling menguatkan, tetap semangat, dan Allah akan mengganti semuanya. Ya, Allah akan mengganti semuanya dengan cara-Nya yang tak terduga. Kita boleh jadi mempunyai 1000 rencana terbaik, namun rencana Allah pasti tetap yang terbaik. Ketika saat itu benar-benar datang, bersiaplah. Bersiaplah untuk menjadi nahkoda yang hebat.

Semakin tinggi pohon, semakin kencang anginnya.

Teruntuk sahabat, saudara, keluarga tercinta…

Terima kasih untuk segalanya, aku bersyukur Allah mempertemukan kita di Kotak Biru…

Ahmad Zulmiyardi Pradana; Anis Santosa; Apsus Grumilah; Dina Mardliani; Enny Tria Rosita; Erlin Widiyanti Wahyuningsih; Falah Ashila; Hany Srihartaya; Ikhwan Listiyanto; Iqbal Ghofari; Isnanisha Karlina; Jatmiko Saputro; Jumiyati; Khusnul Khoiriyah; Liya Ilmiasih; Mokhamad Azis Aji Abdillah; Muhammad Mustangin; Muhammad Zuhri Anshari; Nuha Hasna’ Naziha; Putri Hidayati; Rani Rahmawati; Ridwan Anggi Pradana; Rini Setiani; Siti Muthi’ah Rachman; Sitra Yudaningrum; Suharini; Vera Septia; Wahyu Hidayat; Widya Destiara; Yuli Purwati

EDSA 2012

EDSA 2012