Amazing Gallery Walk: Handmade and HeArtmade

24 Maret 2013

Hello, Sunday! Nice to meet you!😀

Berbeda dengan Ahad-Ahad sebelumnya, Ahad kali ini aku main ke kos Ocha. Well, mengerjakan tugas Literary Appreciation and Criticism mungkin lebih tepat. Jadi, sampailah aku di kos Ocha jam 14.00 WIB. Sembari menunggu Diana dan Muthet, aku dan Ocha mulai membicarakan konsep yang akan kami gunakan dalam Gallery Walk kami. Kelompok kami mendapat materi tentang Expressive Approach. Sebenarnya, konsep yang masih kasar sudah ada di benak kami beberapa hari yang lalu, jadi hari ini kami hanya menyempurnakan konsep kami yang masih kasaran. Dan, mulailah kami beraksi!

Muthet datang tak lama setelah kami mem-fiksasi konsep. Berangkatlah Muthet dan Ocha untuk membeli bahan-bahan yang dibutuhkan, seperti kertas Asturo, kertas karton, sterofoam, double tape, lem, dan saudara-saudaranya. Tinggallah aku sendirian menghadap laptop untuk mulai mendesain Gallery Walk. Tak lama, Diana pun datang.

Beberapa menit kemudian, Muthet dan Ocha kembali dari “ekspedisi” mereka. Mulailah kami “mengeksekusi” bahan-bahan yang telah dibeli Ocha dan Muthet.

Detik demi detik berlalu. Menit demi menit pun telah lewat. Jam dinding di kamar Ocha yang tidak berputar membuat kami tidak menyadari senja sebentar lagi akan datang dan adzan Maghrib akan segera berkumandang. Sebelum petang menghampiri, Muthet beranjak pamit pulang. Maklum, anak pondok😀 Aku, Diana, dan Ocha pun bergegas ke fotokopian dan ke warung untuk hunting makanan.

Di fotokopian…

“Lin, kok gede banget, ya?” tanya Diana.

“Masa sih? Ah, nggak juga kok,” balasku.

Beneran nggak apa-apa?” tambah Ocha.

Nggak apa-apa. ‘Kan cuma ada 4,” jawabku santai.

Di kos Ocha…

Lho, kok gede banget, ya?” tanyaku kaget.

“‘Kan aku tadi udah bilang, Lin,” jawab Diana.

“Kamu juga tadi bilang gambarnya cuma ada empat jadi nggak apa-apa,” tandas Ocha.

“Iya ya? Hehehe…”

Dengan gambar 4 apel yang cukup besar, aku pun mulai menggambar daun yang mau tidak mau harus disesuaikan dengan ukuran apel. Here they are…

Gambar-Gunting-Tempel-Gambar-Gunting-Tempel-Gambar-Gunting-Tempel

Gambar-Gunting-Tempel-Gambar-Gunting-Tempel-Gambar-Gunting-Tempel

Malam menjelang. Hampir pukul 22.00 WIB. Tiga pasang mata mulai sipit, menahan kantuk. Tak tahan lagi, aku dan Diana pamit pulang. Kami berjanji akan kembali mengerjakan esok hari pukul 09.00 WIB.

 

25 Maret 2013

Pukul 09.00 WIB. Aku, Diana, Muthet dan Vinita sudah sampai di kamar Ocha lagi. “Pembantaian” lagi.

Pukul 10.30 WIB, kami meninggalkan kamar Ocha untuk kuliah. Aku dan Vinita kuliah Instructional Tehnology, sedangkan Diana, Muthet, dan Ocha entah kuliah apa😀

Pukul 12.00 WIB. Selesai kuliah, kami sarapan terlebih dahulu. Selesai sarapan, kembali ke kamar Ocha.

Pukul 16.00 WIB, kami meninggalkan kamar Ocha untuk kuliah (lagi).

Pukul 18.00 WIB, kami pulang ke kos masing-masing.

Pukul 18.30 WIB, aku sudah sampai di kamar Ocha lagi.

Pukul 19.00 WIB, Diana dan Vinita datang.

75% Gallery Walk kami hampir selesai.

Hampir pukul 23.00 WIB, Gallery Walk kami sudah mencapai 90% hampir jadi. 10%-nya tinggal menge-print contoh dan menempelnya. Kami pun pamit pulang. Meninggalkan kamar Ocha dalam keadaan seperti ini. Peace, Cha!😀

Kamar Ocha pasca insiden Gambar-Gunting-Tempel.

Kamar Ocha pasca insiden Gambar-Gunting-Tempel.

Aku, Diana, dan Vinita pulang bersama. Maklum, satu kos walaupun beda rumah. Sampai di kos…

“Aduh, gerbangnya sudah dikunci,” kataku.

“Mba Feli… Mba Feli…” Vinita berteriak memanggil Mba Feli tapi tidak ada jawaban.

“Coba di-miss call,” usulku.

“Kamu lompat aja, Di,” pinta Vinita.

“Hah?”

“Iya, kamu coba lompat untuk mengambil kunci gerbang.”

Diana pun mencoba naik gerbang tapi gagal.

Ah, kamu, Di. Sini aku aja,” Vinita pun mengambil ancang-ancang untuk melompat.

Akhirnya… hup! Ia berhasil!😀

Dengan membuka pintu rumah, ia pun masuk ke dalam dan mengambil kunci gerbang.

Alhamdulillah, berkat Vinita, kami pun bisa masuk kos😀

Unfortunately, sepertinya aku belum beruntung. Ketika Diana dan Vinita sudah masuk kos, aku justru tidak bisa masuk. Sial! Dikunci dari dalam!

“Dewi… Dewi…” teriakku, mencoba memanggil Dewi.

Tidak ada jawaban. Aku pun mengetik sms untuk Diana dan Vinita.

Diana keluar dari kosnya, “Dikunci dari dalam?” tanyanya.

“Mungkin,” jawabku pendek.

“Tidur kosku aja,” tawarnya.

“Tunggu. Kayaknya masih ada yang belum tidur. Ada suara air.”

Aku pun mengetuk pintu berkali-kali dan akhirnya ada jawaban dari dalam.

“Siapa?”

“Alin…”

Yeay! Pintu pun terbuka dan aku bisa masuk.

Well, berhubung ini adalah kerja kelompok, tak adil rasanya jika aku tak memperkenalkan sahabat-sahabatku.

They are

Here we are...

Here we are…

 

26 Maret 2013

Pukul 09.00 WIB. Aku ke kos Ocha lagi. Ocha tidak ada di kos. Kunci ditinggalkan di pintu kamarnya. Mulailah aku beraksi sendirian menyelesaikan Gallery Walk kami. Tak lama kemudian, Muthet datang. Mulailah kami berdua beraksi lagi. Dan akhirnya…

Finally, here it is!

Finally, here it is!

Pukul 14.20 WIB. Proses yang berat telah terlewati. Perjuangan membawa Gallery Walk kami menuruni kos Ocha di lantai 2, dan membawa ke kelas di lantai 4 patut diacungi jempol. Kami sampai di kelas ketika dosen kami, R. Muhammad Ali, S.S., M.Pd., tengah menjelaskan, entah menjelaskan apa.

Semua mata pun tertuju kepada kami, seolah-olah kami “pesakitan”. Daaaaaaaaannn, Gallery Walk kami tentu saja membuat heboh karena Gallery Walk yang lain imut-imut a.k.a mini, punya kami big size!

Sesi pemotretan.

Sesi pemotretan.

Betapa menyenangkan kelas Literary Appreciation and Criticim bersama Pak Ali ini. Lihatlah, kami harus mengunjungi Gallery Walk teman-teman kami untuk mendapatkan berbagai informasi tentang Expressive Approach, Mimetic Approach, Objective Approach, dan Pragmatic Approach.

Jalan-jalan, Man!

Jalan-jalan, Man!

Aku dimana? Aku di-bully Diana, Muthet, dan Ocha! Aku disuruh menjaga Gallery Walk kami dan itu artinya aku harus menjelaskan Expressive Approach. Dengan bantuan Vinita, aku pun dapat menjelaskan dengan baik. Mulutku sampai berbusa-busa dan aku harus sedikit berteriak untuk mengalahkan suara-suara yang berdengung seperti lebah.

Informant of Expressive Approach in Group 7 is Alin.

Berbagi informasi: Expressive Approach adalah….

See? Handmade and heartmade are the best tools to make your best Gallery Walk!

Biarlah, kami harus bersusah-payah untuk membuat Gallery Walk ini. Karena pada akhirnya, kepuasan-lah yang kami dapatkan atas kerja keras kami.

I’m proud of you, Diana, Muthet, Ocha, and Vinita! *hug*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s