E-Fest!

2 April 2013

Masih di hari Selasa yang agak “suram” seperti biasanya. Aku menghabiskan waktu di kampus sejak pukul 09.00 sampai 22.00. Tidak percaya?

Aku kuliah pukul 10.30-17.30. Berhubung aku adalah salah satu anggota EDSA Famz yang dimasukkan dalam kepanitiaan EnglishVaganza III, aku merasa berkewajiban untuk memenuhi undangan rapat pada hari ini pukul 18.30. Jadilah aku nongkrong di EDSA sejak pukul 17.30-18.30. Dan, rapatnya baru dimulai pukul 19.00. Sudah maklum, aku sudah pernah mengalaminya, dulu sekali🙂

Rapat pun dimulai….

Lho, namanya belum diganti?” tanyaku pada Iqbal.

Nggak diganti, Mba. Udah “enak” pake nama itu,” jawabnya.

“Aku boleh usul? Menurutku, namanya harus diganti karena kamu pasti sudah tahu alasannya. Dulu kita pernah ditegur dosen, ‘kan? Lagipula, masa namanya sama dengan (sensor)?”

“Iya, Mba. Aku tahu. Mba ada usul?”

“Sebentar. Mana laptop-mu?”

“Dibawa Miko tadi, Mba.”

Bermenit-menit kemudian….

“Kalau namanya E-Fest! mau nggak?” tawarku padanya.

“Artinya apa?”

“E-Fest! artinya English Festival!. Festival berasal dari bahasa Inggris. Lumayan cocok untuk kegiatan ini. Kalau dari bahasa Danish, Fest berarti perayaan,” jawabku. Cocok. Kami akan mengadakan kegiatan untuk merayakan milad Pendidikan Bahasa Inggris.

“Danish itu apa, Mba?” tanyanya lagi.

“Ini nih,” jawab Zuhri, menyuruhku membaca hasil browsing-nya.

“Bahasa Jerman Utara,” kataku pada Iqbal. Thank you, Zuhri!🙂

“Boleh, Mba. Aku apa Mba yang mau usul?”

“Kamu aja. Takutnya….(bla-bla-bla)”

“Ya, Mba.”

* * *

Hari ini, aku belajar satu hal lagi. Aku acap kali heran melihat program TV yang di akhir acara selalu menyertakan “Apabila Anda memiliki kritik dan saran, silakan kirim ke alamat email kami di bawah ini.”

Aku sadar, bahwa kritik dan saran layaknya saudara kembar yang tidak boleh dipisahkan. Dimana ada si Kritik, di situ pula ada si Saran. Dan, manusia selayaknya bisa menempatkan keduanya dalam porsi yang sama. Ada kritik, ada saran. Seringkali kita melihat orang-orang di sekeliling kita, atau bahkan mungkin diri kita sendiri, hanya sibuk mengkritik tanpa pernah memberi saran atas apa yang dikritik tersebut. Tragis!

Lagi-lagi, aku mendapatkan pelajaran yang luar biasa hebatnya dari secuil kejadian yang sangat sederhana. Benar, sekolah kehidupan itu ada. Dan benar, sekolah kehidupan itu lebih baik dari bangku sekolah terbaik di dunia sekalipun!

Terima kasih tak terhingga untuk Iqbal yang “menantangku” untuk memberi nama baru pada kegiatan yang akan kita laksanakan. See? I do not only criticize you but also give you a solution! KEEP FIGHTING!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s