Adakah Thunder Telah Kembali (Lagi)?

Tentang Thunder lagi.

Rain, kapan kau akan melupakan Thunder?” tanya Devil.

“Entah, aku sendiri tidak tahu,” sahut Rain. Tidak terlalu memedulikan pertanyaan Devil.

“Kau sudah menemukan Storm?” tanya Angel.

Storm?” ulang Rain. Dahinya mengernyit, tidak mengerti.

“Ya, Storm. Rainstorm. Bukan Thunder. Bukan pula Thunderain,” Devil yang menjawab.

Rain cepat-cepat menggeleng.

“Tidak, tidak,” jawab Rain.

“Mengapa tidak?” tantang Angel.

“Mengapa harus iya?” Rain menjawab dengan pasti. Dan, astaga! Sorot mata itu kini menajam.

Devil dan Angel menyerah.

* * *

Rain tidak habis pikir. Storm? Rainstorm? Apa lagi ini?

Sudahlah. Kepala Rain sudah cukup pening memikirkan Thunder. Memikirkan Thunder yang tiba-tiba “kembali” di saat Rain hendak pergi.

Namun, bagaimanapun, Rain bahagia. Bahagia melihat Thunder-nya kembali. Meski berjuta pertanyaan hinggap di kepalanya kini. Ragu, hendak ia tanyakan pada Thunder atau tidak. Ia mulai menebak-nebak. Ada apa dengan Thunder-nya? Semuanya baik-baik saja, bukan?

Adakah jarak dan waktu telah mengingatkanmutanya Rain dalam hati.

Thunder, adakah kau kembali? Ada apa? Kau tidak perlu memaksakan dirimu untuk kembali. Kau tidak akan pernah sama seperti kau yang dulu. Kau yang kukenal. Aku baik-baik saja. Tak perlu kaucemaskan aku. Aku pun kini berbeda. Aku bukan aku yang dulu. Bukan aku yang kaukenal. Aku berbeda. Karenamu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s