Get Married: Hot Topic of 6th Semester Female Students

12 April 2013

Menikah. Hmmm…. topik ini menjadi semakin sering kudengar. Maklum, topik khusus mahasiswi semester 6 yang rata-rata sudah berkepala dua alias berumur 20 tahun ke atas. Berbicara tentang topik yang satu ini membuatku teringat pada kejadian saat Mba Nisa dan Mba Mlathi heboh membicarakan jodoh. Saat itu aku baru semester 4. Setahun yang lalu.

Saat itu aku hanya berkata, “Nggak ada topik lain apa? Jodoh mulu….”

“Awas, ya, kalau kamu sudah semester 6, kamu bakal ngerasain hal yang sama. Galau,” tegur Mba Nisa.

Dan aku hanya menganggapnya angin lalu. Sekarang….

“Aku nanti minta mahar rumah dan seisinya,” kata Nuha.

“Rumah siput?” tanya Muthi’.

“Aku mau minta seperangkat novel aja deh,” giliranku berpendapat.

“Novel tentang pernikahan, ya? Tentang rumah tangga gitu,” sahut Muthi’.

Aku hanya tersenyum.

“Minta mahar aneh-aneh, calonnya siapa?” tanyaku.

* * *

“Akhir-akhir ini aku memimpikan Thunder,” kataku.

“Mungkin karena aku terlalu sering memikirkannya,” lanjutku.

“Bisa jadi,” jawab Nuha.

Tentang jodoh, sekarang sudah kuanggap santai. Kalau jodoh, pasti ada jalan. Kalau nggak, ya udah, pasti ada yang lebih baik lagi,” aku mulai berceloteh.

“Doa aja, Lin. ‘Ya Allah, kalau dia jodohku, maka jodohkanlah. Kalau tidak, maka jodohkanlah. Jika dia bukan jodohku, maka jangan jodohkan dia dengan orang lain.’ Doa kayak gitu aja,” ujar Muthi’.

“Maksa,” sahutku.

“Aku tidak berharap mereka break up kok, setiap selesai sholat aku berdoa ‘Ya Allah, semoga selesai S1, dia melamarku.’ Boleh, ‘kan?”

Hahahaha….”

Muthi’ dan Nuha seketika tertawa, namun mereka dengan kompak berkata, “Amiiiiiiiiinnn.”

“Ucapan ‘kan doa, jadi daripada mengucapkan yang buruk-buruk, lebih baik mengucapkan yang baik-baik. Semoga saja menjadi kenyataan.”

* * *

Menikah. Urusan satu ini terbilang rumit juga, terutama untuk perempuan. Sebenarnya aku tidak terlalu memikirkan urusan yang satu ini, tetapi karena terlalu banyak orang yang membicarakannya, mau tidak mau otakku langsung ter-setting untuk memikirkannya. Bagaimana tidak? Di kelas, dosen-dosen sudah mulai membicarakan masalah jodoh dan pernikahan. Di luar kelas, teman-temanku sudah cukup fasih. Aduh….

Tentang jodoh. Aku percaya janji Allah melalui Q.S. An-Nuur ayat 26 yang berbunyi, “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga).”

Tentang Thunder, cukup baca firman Allah yang satu ini saja🙂

Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah Mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui. (Q.S. Al Baqarah: 216)

2 thoughts on “Get Married: Hot Topic of 6th Semester Female Students

  1. hahahaa.. saiki dirimu wis dewasa yo dek…. wis kenal nikah barang kie…
    wkwkkwkw… ojo dipikirkan telalu… nanti galau berkepanjangan… hhahahha..
    korban galau nikah iki.. wjkwkwkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s