Ada… Ada yang Jauh Lebih Paham…

29 April 2013

Pengalaman akan selalu menjadi guru terbaik. Akan selalu.

Bagaimana? Kau sudah merasakannya, bukan? Merasakan apa yang pernah kualami dulu. Menyakitkan? Tentu saja. Kau pun tahu, aku dulu hampir menangis. Bukan, bukan karena diceramahi, diomeli, dimarahi atau digunjing di belakang yang membuatku bersedih. Tetapi ketika tak ada lagi yang peduli. Tetapi ketika semua orang memilih untuk menyimpan kata-katanya. Tetapi ketika semua orang memilih “pergi”. Itu yang menyakitkan.

Bagaimana rasanya menanggung semuanya sendirian? Bagaimana rasanya ketika orang-orang berusaha terlihat sibuk agar memiliki alasan untuk tidak membantumu? Bagaimana rasanya ketika orang-orang menganggap semua ucapanmu hanya angin lalu? Bagaimana ketika ucapanmu hanya masuk ke telinga kanan kemudian keluar dari telinga kiri? Bagaimana rasanya?

Aku dulu pun kesal, jengkel, marah, kecewa. Entahlah. Semua perasaan tiba-tiba menyatu, mengaduk-aduk hati dan otak. Ingin sekali membalas perbuatan orang-orang itu. Ingin sekali melakukan hal yang sama. Tapi, tunggu! Jika aku melakukannya, apa bedanya aku dengan mereka? Sama saja. Aku akan menjadi sama jahatnya dengan mereka. Dan, aku tidak mau sama dengan mereka. Aku berbeda. Sangat berbeda. Maka, saat itu kuputuskan untuk diam. Bersabar. Semua ada waktunya. Ada waktunya ketika mereka harus mengalaminya sendiri.

Dan, waktu yang dijanjikan telah tiba. Hari ini. Kau mengeluh. Keluhan yang sama yang pernah kulontarkan dulu, “Kalian kemana?”. Aku hanya tersenyum mendengar kalimatmu. Sudah cukup lama aku tak mengucapkannya, aku bahkan hampir lupa kalau dulu aku yang paling sering mengucapkannya. Dan, hari ini kau mengingatkanku tentang dua kata sakti itu.

Ini lho yang dulu kurasakan. Ini lho yang sedari dulu membuatku kecewa. Tak ada kawan yang bisa membantuku. Tak ada kawan yang peduli. Aku bahkan kebingungan, membedakan mana kawan mana lawan. Segalanya absurd.

Pengalaman akan selalu menjadi guru terbaik. Akan selalu.

Dulu, aku berharap kau akan merasakan hal yang sama sepertiku. Bukan dendam. Agar kau tahu. Agar kau paham. Agar kau mengerti betul. Seperti ini rasanya ketika tidak ada lagi yang peduli.

Dan, sungguh, ada yang jauh lebih paham. Ada… Ada yang jauh lebih paham kapan waktu yang tepat untuk memberimu pengalaman itu. Ada yang jauh lebih paham, hari ini adalah waktu yang tepat. Sangat tepat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s