Waduk Sermo, Sisi Lain Kulon Progo

24 Mei 2013

ALIF ALIF ALIF! Yap! Alhamdulillah It’s Friday! ๐Ÿ™‚ So, what?

Mumpung kuliah di kota yang terkenal dengan sebutan Kota Pelajar. Mumpung masih semester 6. Mumpung masih muda. Daaaaaaaaannn, mumpung-mumpung lainnya. Aji mumpung! Waktunya jalan-jalaaaaaaaaannn!

Belajar di sebuah kota yang istimewa membuatku selalu ingin melakukan hal-hal yang istimewa pula. Kegemaranku traveling dan mencoba hal-hal baru pun seakan bermanfaat. Gunungkidul sudah cukup sering, Bantul sesekali, Sleman apalagi! Tanah kelahiranku itu! Jadi, kali ini, aku dan teman-temanku beranjak ke sebuah kabupaten di Yogyakarta yang terkenal dengan sebutan West Prog. Apalagi? Tentu saja Kulon Progo!๐Ÿ˜€

Eits, bukannya aku ada kelas Micro Teaching setiap hari Jum’at pukul 15.15?

Tenaaaaaaaaannnggg, Bapak Muhammad Arief Nugroho, S.Pd., selaku dosenku mengatakan beliau akan absen selama 2 minggu karena beliau mendapat tugas mengikuti penataran di Semarang (kalau tidak salah). Jadilah aku memutuskan untuk jalan-jalan daripada cengok di rumah karena galau gagal pulang ke Jepara. Hiks! ๐Ÿ˜ฆ

Pagi ini, sekitar pukul 09.00 aku dan kelima temanku berangkat ke Kulon Progo. Who are they? Ambar, Chandra, Hany, Lisa, dan Neva. Sekali lagi, jangan tanya padaku tentang rute yang harus dilewati untuk bisa sampai ke Waduk Sermo, the one and only place to spend the day. Jalan ke Kulon Progo-nya saja aku sudah lupa, apalagi belokan-belokan yang harus dilalui untuk sampai ke Waduk Sermo. Pokoknya, aku tahunya kami berhenti di depan Alfamart untuk menunggu satu teman kami yang rumahnya di Kulon Progo, Riza.๐Ÿ˜€ Tahu-tahu, kami sudah di sini.๐Ÿ˜€

IMG_0038

The water smells bad.

Aku tidak tahu foto di atas itu bagian mananya Waduk Sermo. Yang pasti, kami berada di sini sebelum para lelaki menunaikan sholat Jum’at. Ketika hendak sholat Jum’at, kami naik ke atas untuk mencari masjid dan tidak kembali ke sini lagi. Entahlah. Aku sendiri bingung. Keterangan lebih lanjut hubungi Riza.๐Ÿ™‚

Sayang sekali, sebenarnya air yang mengalir seperti yang tergambar di foto di atas sebenarnya agak bau. Tetapi kami nekat untuk bermain air di sana, kan traveler! Masa takut?๐Ÿ˜› Toh, kedua kakiku tidak gatal meski aku berada di sana lumayan lama.

Dan, kami pun sampai di Waduk Sermo!๐Ÿ˜€ It’s time for fishing (for others, not for me!)

Fishing time.

Kata Riza, Waduk Sermo ini dibangun pada masa pemerintahan Bapak Soeharto. Sesuai namanya, waduk ini dibangun di dusun Sermo.

Berjam-jam kami menunggu. Akhirnya…

IMG_0048

Riza mendapat “ikan”.

Riza mendapat “ikan” pertamanya: plastik hitam.๐Ÿ˜€ Kami menunggu lagi dan… voila!

IMG_0057

Riza mendapat ikan yang sesungguhnya.

Akhirnya Riza mendapat ikan yang cukup besar. Kami tidak tahu ikan apa yang ia dapatkan. Si Ikan Buruk Rupa, menurutku. Karena ikan itu jelek.๐Ÿ˜€

Neva juga mendapat ikan.

Neva juga mendapat ikan.

Neva juga tidak mau kalah. Dia mendapat ikan Red Devil (katanya). Red Devil yang berwarna oranye, seperti almamater kampus kami.

Hany juga mendapatkan Red Devil.

Hany juga mendapatkan Red Devil.

Hany tampak bahagia sekali bisa mendapatkan Red Devil. Mungkin ia terlalu senang karena ikan yang tersangkut di mata kail pancingnya berwarna oranye, warna kesukaannya.

Pukul 16.00. Aku segera menagih janji Riza untuk mengakhiri kegiatan memancing hari ini dan menaiki perahu untuk mengelilingi Waduk Sermo. Riza belum bergeming. Setengah jam kemudian, barulah kami bersiap-siap untuk naik perahu.

IMG_0081

Pemandangan Waduk Sermo.

Kami pun naik perahu, cukup membayar Rp 5.000,- saja.

Aku, saat menaiki perahu.

Aku, saat menaiki perahu.

Perjalanan kami berakhir di Alun-Alun Wates, tempat kami menyantap makan malam dengan lahap. Maklum, meski di siang hari aku telah menyantap bakmi goreng dengan porsi yang cukup besar, kegiatan kami hari ini cukup melelahkan karena jarak yang lumayan jauh.

Waduk Sermo, sisi lain Kulon Progo. Aku teringat saat aku masih duduk di awal semester. Ketika dosen kami bertanya asal kami dan beberapa teman sekelasku menjawab bahwa mereka berasal dari Kulon Progo, tawa pun membuncah di ruangan kelas. Awalnya aku bingung. Semakin lama aku semakin paham, Kulon Progo dianggap pelosok. Ah, pelosok-pelosok begini Kulon Progo memiliki keindahan alam yang luar biasa. Dan, menurutku, Waduk Sermo tidak kalah bahkan lebih bagus dari Tanjung Bedugul di Bali.

So, what’s my next destination? Just wait and see!๐Ÿ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s