Une Petite Lettre pour Meilleurs Amis…

[Video by Faisal Abidin]

Aku tidak akan pernah mengenalmu jika saja kita tidak “terdampar” di kampus kita tercinta ini. Biar sajalah orang-orang meragukan bahkan mencibir kampus kita. Toh, aku tetap akan bersyukur. Bagiku, ini adalah salah satu nikmat Allah yang diberikan kepadaku, kepada kita. Bayangkan saja jika masing-masing dari kita tidak berada di mana kita seharusnya berada sekarang. Aku tidak yakin kita akan memiliki ikatan persahabatan yang menakjubkan seperti ini. Ya, menakjubkan. Bagiku, persahabatan kita terlalu menakjubkan dan aku selalu merasa beruntung karena memilikimu.

Persahabatan, bagaimanapun, bukan tentang berapa lama waktu yang telah kita habiskan bersama. Aku tidak suka menggunakan ukuran waktu untuk menggambarkan betapa sejatinya persahabatan kita. Ayolah, kurang-lebih baru 3 tahun ini, kan, kita bersama-sama? Kita akan kalah total jika ukuran persahabatan kita hanya diukur dengan waktu. Di luar sana, ada begitu banyak orang yang memiliki persahabatan yang telah dijalin selama lima tahun, enam tahun, tujuh tahun, dan seterusnya. Kita? Baru 3 tahun! Lalu, bagaimana kita harus mengukur sejatinya persahabatan kita? Tidak ada. Tidak ada? Ya, tidak ada. Tidak ada alat ukur apapun yang bisa mengukur persahabatan kita.

Aku, tahunya, kita selalu bersama meski kita dihadapkan pada kesibukan masing-masing. Aku, tahunya, kau selalu bersedia untuk meluangkan waktu sejenak hanya sekadar untuk hang out bersamaku. Aku, tahunya, kau tak pernah mengeluh meski waktu yang kaugunakan untuk bertemu denganku sebenarnya lebih berharga untuk urusan yang lebih penting. Aku, tahunya, kau selalu ada ketika aku membutuhkan. Aku, tahunya, kau tak pernah benar-benar marah padaku. Aku, tahunya, kau selalu datang kepadaku dengan wajah yang menyenangkan. Aku, tahunya, kau selalu mengingatkanku setiap aku berbuat kesalahan. Aku, tahunya, kau benar-benar tahu cara membahagiakanku. Ah, terlalu banyak kebaikan yang telah kau berikan padaku.

Hari ini, ketika aku menulis surat ini, aku kirimkan doa-doaku untuk aku, untuk kau, untuk kita. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita. Semoga Allah menguatkan iman kita. Semoga Allah memanjangkan umur kita. Semoga Allah menyehatkan jiwa dan raga kita. Semoga Allah mengangkat penyakit di dalam tubuh kita. Semoga Allah menajamkan ingatan kita. Semoga Allah memudahkan kita dalam menyerap ilmu. Semoga Allah melapangkan rezeki kita. Semoga Allah memudahkan urusan kita di dunia dan di akhirat. Aaamiiin.

Apa kabar, sahabatku? Kelak, ketika kau membaca sepucuk surat ini, semoga Allah telah mengabulkan doa-doa kita. Kau tahu? Kau terlalu berharga untukku. Terkesan berlebihan memang, tapi aku tahu kau jauh lebih memahamiku daripada diriku sendiri. Kau pun tahu, inilah caraku untuk mengungkapkan betapa berartinya kau untukku. Dan, aku tahu bagaimana caramu menyayangiku. You treat me so well. Katakan padaku, jika kau sudah membaca surat ini. Merçi beaucoup, mes meilleurs amis. Je t’aime.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s