Ibuk….

22 Desember 2013

Ibuk….

3 bulan lagi usiamu menginjak angka 54.

Kaucurahkan seluruh cintamu agar aku menjadi anak yang kuat.

Kaukerahkan seluruh tenagamu agar aku dapat bertahan di tengah kerasnya kehidupan.

Kauberikan semua yang kaumiliki untuk dapat membahagiakanku.

Ibuk….

3 bulan lagi usiaku menginjak angka 21.

Namun nyatanya, aku belum juga menjadi anak yang kuat.

Namun nyatanya, aku belum juga dapat bertahan di tengah kerasnya kehidupan.

Namun nyatanya, aku belum juga dapat membahagiakanmu.

Ibuk….

Bukankah seharusnya aku sudah tumbuh menjadi anak yang kuat?

Bukankah seharusnya aku dapat bertahan di tengah kerasnya kehidupan?

Bukankah seharusnya aku dapat membahagiakanmu?

Ibuk….

Apa yang telah kuberikan padamu selama 20 tahun ini?

Kecewa?

Luka?

Air mata?

Ibuk….

Putri kecilmu sedang beranjak dewasa sekarang.

Namun, maafkan ia yang terkadang lupa….

Lupa bahwa ibunya juga terus menua.

Lupa bahwa rambut ibunya kini mulai memutih.

Lupa bahwa kening ibunya mulai keriput.

Lupa bahwa langkah kaki ibunya tak lagi kokoh.

Ibuk….

Meski aku tak pernah mengatakannya….

Engkau harus tahu bahwa aku mencintaimu.

Engkau harus tahu bahwa aku tengah berusaha membahagiakanmu.

Engkau harus tahu….

Selamat Hari Ibu, Ibukku tercinta….

Kutitipkan doaku melalui hujan yang turun malam ini.

Mereka bilang doa yang dipanjatkan ketika hujan turun akan terkabul.

Semoga dosa-dosaku dan dosa-dosamu diampuni Allah SWT.

Sehingga doa yang kupanjatkan akan dengan mudah dikabulkan oleh-Nya.

Amin….

Ibuk….

20 tahun menjadi anakmu, aku hanya menyesali satu hal.

Menyesal mengapa aku sering mengabaikan nasihatmu….